<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7245088240983793805</id><updated>2011-04-21T18:21:40.237-07:00</updated><title type='text'>Bayu</title><subtitle type='html'>arek90an.blogspot.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arek90an.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7245088240983793805/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arek90an.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>108 278</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289253983469437154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7245088240983793805.post-815841700785153007</id><published>2009-04-10T19:26:00.001-07:00</published><updated>2009-04-10T19:26:27.711-07:00</updated><title type='text'>Menangkap Peluang dari Booming Keuangan Syariah Global</title><content type='html'>Menangkap Peluang dari Booming Keuangan Syariah Global∗ &lt;br /&gt;Oleh Sunarsip &lt;br /&gt;Kepala Ekonom The Indonesia Economic Intelligence &lt;br /&gt;Terdapat rasa sedih, ketika penulis menghadiri International Islamic Conference di Swiss pada November 2006. Betapa tidak. Di tengah, pesatnya perkembangan keuangan syariah di berbagai belahan dunia, posisi Indonesia nyaris tidak diperhitungkan oleh para praktisi keuangan syariah global. Padahal, Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Ironisnya, perhatian para praktisi keuangan syariah baik dari Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Serikat (AS) tersebut justru tertuju pada Singapura dan Malaysia yang dianggap sebagai islamic financial hub selain Qatar, Dubai, dan Bahrain. &lt;br /&gt;Kondisi ini memang tak lepas dari perkembangan keuangan syariah di Indonesia yang pertumbuhannya berjalan lambat. Di bidang perbankan, pangsa asset perbankan syariah baru mencapai 1,72% dari total asset perbankan di Indonesia (posisi September 2007). Padahal, akhir tahun 2008 pangsa asset perbankan syariah ditargetkan mencapai 5%. Sementara itu, belum institusi di Indonesia yang memanfaatkan instrumen keuangan syariah, seperti obligasi syariah (sukuk) dalam aktivitas fund raising mereka. Berdasarkan data terbaru Bapepam, hingga saat ini baru terdapat 20 efek syariah dengan jenis sukuk. &lt;br /&gt;Booming Sukuk &lt;br /&gt;Perkembangan keuangan syariah global yang sangat pesat ini terutama dipicu oleh aktivitas investasi yang dilakukan oleh para investor dari negara-negara yang tergabung dalam the Gulf Cooperation Countries (GCC), yaitu Bahrain, Oman, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) di berbagai negara. &lt;br /&gt;Data-data dari Islamic International Finance Market (IIFM) menunjukkan dalam periode 2000-2006, total sukuk yang diterbitkan di seluruh dunia telah mencapai lebih dari US$50 miliar dengan rincian corporate sukuk sekitar US$44 miliar dan sovereign sukuk US$6 miliar lebih (lihat grafik). Dari sekitar US$50 miliar sukuk tersebut, sekitar US$19 miliar merupakan global sukuk, atau sukuk yang diperdagangkan di bursa global. &lt;br /&gt;Terkait dengan pertumbuhan pasar sukuk tersebut, banyak lembaga rating konvensional termasuk Standard &amp; Poor’s (S&amp;P) dan Fitch telah memulai merumuskan berbagai ukuran dan metodologi yang digunakan untuk memeringkat sukuk. S&amp;P, misalnya, saat ini telah mendesain sebuah metodologi untuk memeringkat sukuk ijarah. Perkembangan lainnya, Dow Jones telah mengumumkan membuat Sukuk Index untuk memonitor perkembangan pasar ini. Peminat sukuk, kini juga semakin rasional. Ini terlihat bahwa sekitar 48% dari total sovereign sukuk yang telah diterbitkan dipesan oleh para investor konvensional yang meliputi 25% investor institusi, 11% fund manager, dan 13% dari bank sentral dan institusi pemerintah (Zamir Iqbal &amp; Abbas Mirakhor, 2007). &lt;br /&gt;Saat ini negara yang banyak disinggahi investor dari GGC justru dari Eropa. Di Eropa, negara yang menjadi financial hub dari GCC adalah Inggris. Dipilihnya Inggris, &lt;br /&gt;∗ Bisnis Indonesia, Selasa, 18 Desember 2007. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sunarsip / 12/18/2007 &lt;br /&gt;tidak terlepas dari kebijakan otoritas Inggris yang sangat terbuka dengan masuknya dana-dana dari GCC. Setidaknya, ini terlihat dari pernyataan Gordon Brown (PM Inggris saat ini) ketika memberikan sambutan pada Islamic Finance and Trade Conference, di London pada 13 Juni 2006 dalam kapasitasnya sebagai Menteri Keuangan. &lt;br /&gt;Total Penerbitan Sukuk Di Seluruh Dunia (US$ Juta)3367808195,7256,94711,82924,09150,5322000200120022003200420052006Total &lt;br /&gt;Brown mengatakan Inggris berambisi menjadi pintu masuk (gateway) bagi perdagangan dan keuangan syariah (Islamic finance and trade). Strateginya adalah menjadikan Inggris sebagai pusat bagi transaksi keuangan syariah global. Saat ini perbankan Inggris merupakan pioner perbankan syariah dan London sekarang memiliki lebih banyak bank yang menyediakan layanan syariah dibandingkan pusat keuangan Barat lainnya. Saat ini, sekitar 85% dari seluruh obligasi yang dikeluarkan GCC berbentuk sukuk, dan London adalah memegang posisi penting sebagai pasar sukuk. Inggris sendiri telah mengumumkan akan menyusun sebuah kerangka regulasi dan tax reform baru dalam rangka mendukung penerbitan sukuk domestik. &lt;br /&gt;Di kawasan Asia, Malaysia telah menjadi yang terdepan dalam pengembangan keuangan syariahnya. Hal ini dapat dilihat dari sistem perbankannya yang telah lama dan maju dalam mengadopsi sistem dual banking. Dari sisi penggunaan instrumen keuangan, pemerintah dan swasta Malaysia juga aktif menggunakan sukuk dalam aktivitas fund raising mereka. Pada tahun 2002, pemerintah Malaysia telah menerbitkan global sukuk sebesar US$600 juta. Pada tahun 2005, kalangan swasta di Malaysia setidaknya telah menerbitkan dan mengumumkan penerbitan sukuk sekitar US$4.545 juta. Sedangkan di tahun 2006, diketahui bahwa Rantau Abang Capital Sukuk telah menerbitkan sukuk senilai US$2.726 juta pada bulan Maret 2006. &lt;br /&gt;Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Deputi Menteri Keuangan Malaysia Datuk Awang Adek Hussin diperoleh keterangan bahwa Malaysia saat ini mengendalikan sekitar 70% dari total sukuk yang diterbitkan pasar global (global sukuk) (Bisnis Indonesia, 20 Agustus 2007). Sedangkan berdasarkan data dari Islamic Financial &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sunarsip / 12/18/2007 &lt;br /&gt;Information Service (IIFS) dari “top 20” investment bank yang menjadi underwriter bagi penerbitan sukuk di berbagai negara pada tahun 2005, peringkat 1, 3, 4, 5, dan 6 dipegang oleh investment bank yang bermukim di Malaysia. &lt;br /&gt;Strategi bagi Indonesia &lt;br /&gt;Perkembangan penggunaan instrumen keuangan syariah begitu pesat pertumbuhannya tersebut, semestinya ini menjadi pemicu bagi pelaku ekonomi (pemerintah dan swasta) di Indonesia untuk menangkapnya sebagai peluang dalam rangka meningkatkan investasi. &lt;br /&gt;Di tahun 2008, pemerintah telah mentargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8%. Pertumbuhan 6,8% terutama diharapkan didukung oleh pertumbuhan investasi sebesar 15,53%. Target pertumbuhan investasi ini cukup berat, terlebih setelah melihat kinerja perekonomian hingga kuartal ketiga 2007 dimana laju investasi hanya 8,8%. Dengan demikian, perluasan instrumen investasi untuk mendorong kegiatan investasi, dengan pemanfaatan instrumen keuangan syariah, menjadi sangat relevan untuk didorong pertumbuhannya. Bagaimana caranya? &lt;br /&gt;Pertama, saat ini, baru pihak swasta yang telah memanfaatkan instrumen keuangan syariah sebagai sarana fund raising. Itu pun volumenya masih sangat kecil. Sementara itu, karena tidak adanya regulasi yang menaunginya, hingga kini pemerintah RI belum pernah menerbitkan sukuk sebagai instrumen pembiayaan APBN. Padahal, keterlibatan pemerintah dalam mendorong perkembangan instrumen keuangan syariah sangat strategis. Setidaknya, untuk menunjukkan di mata investor asing bahwa pemerintah RI mendukung penggunaan instrumen keuangan syariah dalam sistem keuangannya. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang saat ini berhenti di DPR perlu dipercepat agar kita tidak ketinggalan momentum investasi di tahun 2008. Di tahun ini, sesungguhnya telah ada rencana untuk menerbitkan sukuk untuk membiayai APBN dengan asumsi RUU SBSN ini dapat disahkan pada tahun ini juga. Namun, akibat mandeknya pembahasan RUU ini, kini target untuk menerbitkan sukuk pada tahun 2007 akhirnya kandas. &lt;br /&gt;Kedua, perlunya infrastruktur investasi yang comfortable bagi masuknya investor asing yang hendak berinvestasi dalam instrumen keuangan syariah. Pemerintah, misalnya, berencana akan membentuk Indonesia Infrastructure Fund (IIF) dalam rangka memudahkan mencari sumber dana bagi pembiayaan infrastruktur. Momentum ini perlu dipikirkan untuk sekaligus membentuk Indonesia Islamic Infrastructure Fund (IIIF). Tujuannya sama, namun tentunya target market-nya yang berbeda, yaitu bagi investor yang menginginkan instrumen investasi syariah terutama dari GCC. &lt;br /&gt;Penulis melihat bahwa kedua langkah ini penting untuk diwujudkan dalam rangka mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari sumber dana berbasis syariah di pasar global bagi kepentingan perekonomian nasional. Faktanya, investor yang menginginkan investasi dengan instrumen keuangan syariah jumlahnya cukup besar. Data dari McKinsey menunjukkan 20%-30% investor dari GCC memilih produk keuangan yang sesuai syariah, 50%-60% memilih kombinasi syariah dan konvensional, sedangkan sisanya 10-30% bersifat indifferent. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sunarsip / 12/18/2007 &lt;br /&gt;Sementara itu, meski GCC tetap menjadi sasaran investasi asing (terutama dari Asdan Eropa) karena faktor minyak, GCC tetap memburu bagi penempatan surplusnya akibat windfall profit (diperkirakan sekitar US$2-3 triliun) untuk diinvestasikan di luar negeri, terutama di kawasan Asia melalui kebijakan “Going East” seperti yang diperlihatkan oleh para pemimpin negara-negara GCC. &lt;br /&gt;Oleh karenanya, agar kita tidak ketinggalan kereta lagi dengan negara-negara Asia lainnya, sudah saatnya kita bertindak cepat mempersiapkan diri mengambil peluang ini.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7245088240983793805-815841700785153007?l=arek90an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arek90an.blogspot.com/feeds/815841700785153007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7245088240983793805&amp;postID=815841700785153007' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7245088240983793805/posts/default/815841700785153007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7245088240983793805/posts/default/815841700785153007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arek90an.blogspot.com/2009/04/menangkap-peluang-dari-booming-keuangan.html' title='Menangkap Peluang dari Booming Keuangan Syariah Global'/><author><name>108 278</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289253983469437154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7245088240983793805.post-6278382170777984015</id><published>2009-04-10T19:24:00.001-07:00</published><updated>2009-04-10T19:24:52.617-07:00</updated><title type='text'>link nya nie...</title><content type='html'>http://www.docstoc.com/docs/4102169/Bank-and-Lembaga-Keuangan-Lain&lt;br /&gt;http://hndwibowo.blogspot.com/2008/06/lembaga-keuangan.html&lt;br /&gt;staff.ui.edu/internal/060603387/material/Slide1MBUAIndustriAsuransi.ppt&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7245088240983793805-6278382170777984015?l=arek90an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arek90an.blogspot.com/feeds/6278382170777984015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7245088240983793805&amp;postID=6278382170777984015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7245088240983793805/posts/default/6278382170777984015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7245088240983793805/posts/default/6278382170777984015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arek90an.blogspot.com/2009/04/link-nya-nie.html' title='link nya nie...'/><author><name>108 278</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289253983469437154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7245088240983793805.post-4021288676776104289</id><published>2009-04-10T19:21:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T19:22:04.440-07:00</updated><title type='text'>Pasar Modal Syariah</title><content type='html'>Pasar Modal Syariah&lt;br /&gt; (Penulis adalah Sekjen Ikatan Ahli Ekonomi islam Indoensia (IAEI) dan Dosen Pascasarjana Ekonomi dan Keuangan Islam UI dan Program Magister Islamic Economics and Finance Universitas Trisakti.)&lt;br /&gt;Dalam Islam investasi merupakan kegiatan muamalah yang sangat dianjurkan, karena dengan berinvestasi harta yang dimiliki menjadi produktif dan juga mendatangkan manfaat bagi orang lain. Al-Quran dengan tegas melarang aktivitas penimbunan (iktinaz) terhadap harta yang dimiliki (9:33). Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad Saw bersabda,”Ketahuilah, Siapa yang memelihara anak yatim, sedangkan anak yatim itu memiliki harta, maka hendaklah ia menginvestasikannya (membisniskannya), janganlah ia membiarkan harta itu idle, sehingga harta itu terus berkurang lantaran zakat”&lt;br /&gt;Untuk mengimplementasikan seruan investasi tersebut, maka harus diciptakan suatu sarana untuk berinvestasi.Banyak pilihan orang untuk menanamkan modalnya dalam bentuk investasi. Salah satu bentuk investasi adalah menanamkan hartanya di pasar modal. Pasar modal pada dasarnya merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan atau surat-surat berharga jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri. Institusi pasar modal syariah merupakan salah satu pengejawantahan dari seruan Allah tentang investasi tersebut.&lt;br /&gt;Pasar modal merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian dunia saat ini. Banyak industri dan perusahaan yang menggunakan institusi pasar modal sebagai media untuk menyerap investasi dan media untuk memperkuat posisi keuangannya. Menurut Irfan Syawqy, secara faktual, pasar modal telah menjadi financial nerve-centre (saraf finansial dunia, Red) dunia ekonomi modern.&lt;br /&gt;Bahkan, perekonomian modern tidak akan mungkin eksis tanpa adanya pasar modal yang terorganisir dengan baik. Setiap hari terjadi transaksi triliunan rupiah melalui institusi ini.&lt;br /&gt;Menurut metwally (1995, 177) fungsi dari keberadaan pasar modal syariah :&lt;br /&gt;1. Memungkinkan bagi masyarakat berpartispasi dalam kegiatan bisnis dengan memperoleh bagian dari keuntungan dan risikonya.&lt;br /&gt;2. Memungkinkan para pemegang saham menjual sahamnya guna mendapatkan likuiditas.&lt;br /&gt;3. Memungkinkan perusahaan meningkatkan modal dari luar untuk membangun dan mengembangkan lini produksinya.&lt;br /&gt;4. Memisahkan operasi kegiatan bisnis dari fluktuasi jangka pendek pada harga saham yang merupakan ciri umum pada pasar modal konvensional.&lt;br /&gt;5. Memungkinkan investasi pada ekonomi itu ditentukan oleh kinerja kegiatan bisnis sebagaimana tercermin pada harga saham&lt;br /&gt;Sedangkan karakteristik yang diperlukan dalam membentuk pasar modal syariah (Metwally, 1995, 178-179) adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Semua saham harus diperjualbelikan pada bursa efek.&lt;br /&gt;2. Bursa perlu mempersiapkan pasca perdagangan  dimana saham dapat diperjualbelikan melalui pialang.&lt;br /&gt;3. Semua perusahaan yang mempunyai saham yang dapat diperjualbelikan di Bursa efek diminta menyampaikan informasi tentang perhitungan (account) keuntungan dan kerugian serta neraca keuntungan kepada komite manajemen bursa efek, dengan jarak tidak lebih dari 3 bulan&lt;br /&gt;4. Komite manajemen menerapkan harga saham tertinggi (HST) tiap-tiap perusahaan dengan interval tidak lebih dari 3 bulan sekali&lt;br /&gt;5. Saham tidak boleh diperjual belikan dengan harga lebih tinggi dari HST&lt;br /&gt;6. Saham dapat dijual dengan harga dibawah HST&lt;br /&gt;7. Komite manajemen harus memastikan bahwa semua perusahaan yang terlibat dalam bursa efek itu mengikuti standar akuntansi syariah&lt;br /&gt;8. Perdagangan saham mestinya hanya berlangsung dalam satu minggu periode perdagangan setelah menentukan HST&lt;br /&gt;9. Perusahaan hanya dapat menerbitkan saham baru dalam periode perdagangan, dan dengan harga HST&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya, perkembangan pasar modal syariah di Indonesia telah mengalami kemajuan, sebagai gambaran setidaknya terdapat beberapa perkembangan dan kemajuan pasar modal syariah yang patut dicatat diantaranya adalah telah diterbitkan 6 (enam) Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang berkaitan dengan industri pasar modal. Adapun ke enam fatwa dimaksud adalah :&lt;br /&gt;1. No.05/DSN-MUI/IV/2000 tentang Jual Beli Saham&lt;br /&gt;2. No.20/DSN-MUI/IX/2000 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah&lt;br /&gt;3. No.32/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah&lt;br /&gt;4. No.33/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah Mudharabah;&lt;br /&gt;5. No.40/DSN-MUI/IX/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip syariah di Bidang Pasar Modal;&lt;br /&gt;6. No.41/DSN-MUI/III/2004 tentang Obligasi Syariah Ijarah.&lt;br /&gt;Bapepam juga telah memberikan perhatian besar kepada pasar modal syariah. Hal itu terlihat pada pengembangan pasar modal syariah untuk kerja lima tahun ke depan. Rencana tersebut dituangkan dalam Master Plan Pasar Modal Indonesia 2005-2009. Berkembangnya produk pasar modal berbasis syariah juga merupakan potensi dan sekaligus tantangan pengembangan pasar modal di Indonesia. Menurut Bapepam, ada dua strategi utama yang dicanangkan Bapepam untuk mecapai pengembangan pasar modal syariah dan produk pasar modal syariah. Pertama, mengembangkan kerangka hukum untuk memfasilitasi pengembangan pasar modal berbasis syariah. Yang kedua, mendorong pengembangan produk pasar modal berbasis syariah. Selanjutnya, dua strategi utama tersebut dijabarkan Bapepam menjadi tujuh implementasi strategi :&lt;br /&gt;* mengatur penerapan prinsip syariah&lt;br /&gt;* menyusun standar akuntansi&lt;br /&gt;* mengembangkan profesi pelaku pasar&lt;br /&gt;* sosialisasi prinsip syariah&lt;br /&gt;* mengembangkan produk&lt;br /&gt;* menciptakan produk baru&lt;br /&gt;* meningkatkan kerja sama dengan Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI&lt;br /&gt;SPEKULASI&lt;br /&gt;Sebagai institusi keuangan modern, pasar modal tidak terlepas dari berbagai kelemahan dan kesalahan. Salah satunya adalah tindakan spekulasi. Para ”investor” selalu memperhatikan perubahan pasar, membuat berbagai analisis dan perhitungan, serta mengambil tindakan spekulasi di dalam pembelian maupun penjualan saham. Aktivitas inilah yang membuat pasar tetap aktif. Tetapi, aktivitas ini tidak selamanya menguntungkan, terutama ketika menimbulkan depresi yang luar biasa.&lt;br /&gt;Dalam pasar modal ini, dibedakan antara spekulan dengan pelaku bisnis (investor) dari derjat ketidak pastian yang dihadapinya.&lt;br /&gt;Untuk itu perlu dilihat dahulu karakter dari masing-masing investasi dan spekulasi:&lt;br /&gt;Pertama, Investor di pasar modal adalah mereka yang memanfaatkan pasar modal sebagai sarana untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan Tbk yang diyakininya baik dan menguntungkan, bukan untuk tujuan mencari capital gain melalui short selling. Mereka mendasari keputusan investasinya pada informasi yang terpercaya tentang faktor-faktor fundamental ekonomi dan perusahaan itu sendiri melalui kajian yang seksama. Sementara spekulan bertujuan untuk mendapatkan gain yang biasanya dilakukan dengan upaya goreng menggoreng saham.&lt;br /&gt;Kedua, spekulasi sesungguhnya bukan merupakan investasi, meskipun di antara keduanya ada kemiripan. Perbedaan yang sangat mendasar di antara keduanya terletak pada ’spirit’ yang menjiwainya, bukan pada bentuknya. Para spekulan membeli sekuritas untuk mendapatkan keuntungan dengan menjualnya kembali secara (short term).Sedangkan para investor membeli sekuritas dengan tujuan untuk berpartisipasi secara langsung dalam bisnis yang lazimnya bersifat long term.&lt;br /&gt;Ketiga, Spekulasi adalah kegiatan game of chance sedangkan bisnis adalah game of skill. Seorang dianggap melakukan kegiatan spekulatif apabila ia ditenggarai memiliki motif memanfaatkan ketidak pastian tersebut untuk keuntungan jangka pendek. Dengan karakteristik tersebut, maka investor yang terjun di pasar perdana dengan motivasi mendapatkan capital gain semata-mata ketika saham dilepas di pasar sekunder, bisa masuk ke dalam golongan spekulan (Sapta, 2002)&lt;br /&gt;Keempat, spekulasi telah meningkatkan unearned income bagi sekelompok orang dalam masyarakat, tanpa mereka memberikan kontribusi apapun, baik yang bersifat positif maupun produktif. Bahkan, mereka telah mengambil keuntungan di atas biaya masyarakat, yang bagaimanapun juga sangat sulit untuk bisa dibenarkan secara ekonomi, sosial, maupun moral.&lt;br /&gt;Kelima, spekulasi merupakan sumber penyebab terjadinya krisis keuangan. Fakta menunjukkan bahwa aktivitas para spekulan inilah yang menimbulkan krisis di Wall Street tahun 1929 yang mengakibatkan depresi yang luar biasa bagi perekonomian dunia di tahun 1930-an. Begitu pula dengan devaluasi poundsterling tahun 1967, maupun krisis mata uang franc di tahun 1969. Ini hanyalah sebagian contoh saja. Bahkan hingga saat ini, otoritas moneter maupun para ahli keuangan selalu disibukkan untuk mengambil langkah-langkah guna mengantisipasi tindakan dan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh para spekulan.&lt;br /&gt;Keenam, spekulasi adalah outcome dari sikap mental ‘ingin cepat kaya’. Jika seseorang telah terjebak pada sikap mental ini, maka ia akan berusaha dengan menghalalkan segala macam cara tanpa mempedulikan rambu-rambu agama dan etika.&lt;br /&gt;Karena itu, ajaran Islam secara tegas melarang tindakan spekulasi ini, sebab secara diametral bertentangan dengan nilai-nilai illahiyah dan insaniyyah.&lt;br /&gt;Masalahnya, adalah bagaimana pasar modal syariah bisa mengeliminasi praktek spekulasi ? spekulasi dilarang bukan karena ketidakpastian yang ada dihadapannya, melainkan tujuan/niat dan cara orang mempergunakan ketidak pastian tersebut. Manakala Ia meninggalkan sense of responsibility dan rule of law nya untuk memperoleh keuntungan semata dari adanya ketidakpastian, itulah yang dilarang dalam konsep gharar dan maysir dalam Islam . Al gharar dan maysir sendiri adalah konsep yang sangat berkaitan dengan mudharat, negative result, atau bahaya (hazard).&lt;br /&gt;Di pasar modal, larangan syariah di atas mesti diimplementasikan dalam bentuk aturan main yang mencegah praktek spekulasi, riba, gharar dan maysir. Salah satunya adalah dengan menetapkan minimum holding period atau jangka waktu memegang saham minimum. Dengan aturan ini, saham tidak bisa diperjualkan setiap saat, sehingga meredam motivasi mencar untung dari pergerakan harga saham semata.&lt;br /&gt;Masalahnya, berapa lama minimum holding period yang masuk akal ? pembatasan itu memang meredam spekulasi, akan tetapi juga membuat investasi di pasar modal menjadi tidak likuid. Padahal bukan tidak mungkin seorang investor yang rasional betul-betul membutuhkan likuiditas mendadak sehingga harus mencairkan saham yang dipeganya, sedangkan ia terhalang karena belum lewat masa minimum holding periodnya. Metwally, seorang pakar ekonomi Islam dan modelling economics mengusulkan minum holding period setidaknya satu pekan. Selain itu Ia juga memandang perlu adanya celling price berdasarkan nilai pasar perusahaan. Lebih lanjut Akram Khan melengkapi, untuk mencegah spekulasi di pasar modal maka jual beli saham harus diikuti dengan serah terima bukti kepemilikan fisik saham yang diperjual belikan.&lt;br /&gt;Mengenai kekhawatiran bahwa penjualan saham di tengah masa usaha, akan menimbulkan kemungkinan gharar, seperti halnya jual beli ikan di dalam laut dapat diatasi dengan praktek akuntasi modern dan adanya kewajiban disclosure laporan keuangan kepada pemilik saham.&lt;br /&gt;Dengan berbagai model penilaian modern saat ini, investor dan pasar secara luas akan dapat memiliki pengetahuan tentang nilai sebuah perusahaan, sehingga saham-saham dapat diperjual belikan secara wajar dengan harga pasar yang rasional. Dalam hal ini, market value tampaknya lebih mencerminkan nilai yang lebih wajar dibandingkan dengan book value. Dengan demikian dapat ditarik kjesimpulan bahwa sekuritas –sekuritas dapat diperjual belikan dengan menggunakan mekanisme pasar sebagai penentu harga, sehingga capital gain maupun profit sharing dari dividen dapat diperoleh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7245088240983793805-4021288676776104289?l=arek90an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arek90an.blogspot.com/feeds/4021288676776104289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7245088240983793805&amp;postID=4021288676776104289' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7245088240983793805/posts/default/4021288676776104289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7245088240983793805/posts/default/4021288676776104289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arek90an.blogspot.com/2009/04/pasar-modal-syariah.html' title='Pasar Modal Syariah'/><author><name>108 278</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289253983469437154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7245088240983793805.post-7916808332353747331</id><published>2009-04-10T19:20:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T19:21:03.861-07:00</updated><title type='text'>LEMBAGA KEUANGAN</title><content type='html'>LEMBAGA KEUANGAN&lt;br /&gt;(Catatan Mata Kuliah Bank &amp; Lembaga Keuangan ; Hendro Wibowo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Keuangan &lt;br /&gt;Adalah usaha yang mengelola kekayaannya berbentuk aset keuangan atau tagihan (claims)&lt;br /&gt;Klasifikasi lembaga keuangan :&lt;br /&gt;a. lembaga keuangan depositori (depository intermediary)&lt;br /&gt; menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk simpanan (deposits) misal : tabungan, giro, deposito&lt;br /&gt;lembaganya adalah bank&lt;br /&gt;b. lembaga keuangan non depository (lembaga keuangan bukan bank)&lt;br /&gt; kegiatan usahanya bersifat kontraktual (contractual institutions) yaitu menarik dari masyarakat dengan menawarkan kontrak untuk memproteksi penabung terhadap resiko ketidakpastian, misal : polis asuransi, program asuransi dan &lt;br /&gt;investasi seperti : modal ventura perusahaan pembiayaan (finance company)&lt;br /&gt;menawarkan jasa pembiayaan, sewa guna usaha, kartu kredit&lt;br /&gt;Peran Lembaga Keuangan :&lt;br /&gt;1. pengalihan aset (asset transmutation)&lt;br /&gt;pembiayaan aset dengan dana yang diperoleh dari unit surplus ke unit defisit dengan jangkauan waktu yang telah dibuat dalam kesepakatan&lt;br /&gt;2. likuiditas&lt;br /&gt;memperoleh uang tunai dengan mudah dicairkan pada saat dibutuhkan&lt;br /&gt;misal : sekuritas sekunder (giro, tabungan, deposito)&lt;br /&gt;3. alokasi pendapatan&lt;br /&gt;sebagian keuntungan atau pendapatan diperoleh dan dialokasikan untuk kredit macet (black list) dan kebutuhan dijangka mendatang&lt;br /&gt;4. transaksi&lt;br /&gt;Faktor penyebab meningkatnya peran lembaga keuangan :&lt;br /&gt;a. meningkatnya pendapatan masyarakat&lt;br /&gt;b. perkembangan industri dan tekhnologi&lt;br /&gt;c. denominasi instrumen keuangan &lt;br /&gt;d. skala ekonomi dan produk jasa-jasa&lt;br /&gt;e. jasa-jasa likuiditas&lt;br /&gt;f. keuntungan jangka panjang&lt;br /&gt;g. resiko lebih kecil&lt;br /&gt;Metode Transfer Dana Dalam Lembaga Keuangan :&lt;br /&gt; Pembiayaan Langsung (direct finance)&lt;br /&gt;Adalah pembiayaan secara langsung oleh pemilik dana kepada peminjam tanpa melibatkan lembaga intermediasi atas dasar kesepakatan&lt;br /&gt;Kelemahan :&lt;br /&gt; peminjam dan pemilik dana harus memiliki keinginan yang sama (coincidece of wants) untuk mempertukarkan jumlah dana yang sama besarnya dan dengan jangka waktu yang mereka inginkan &lt;br /&gt; peminjam dan pemilik dana mengeluarkan dana untuk bernegosiasi&lt;br /&gt; peminjam mencari unit surplus yang bersedia menerima surat utangnya dengan jangka waktu yang diinginkan &lt;br /&gt; resiko besar pada surat bukti utang yang dikeluarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pembiayaan Semi Langsung (semi direct finance)&lt;br /&gt;Adalah proses pertukaran dana dengan surat utang antara unit surplus dengan unit defisit dilakukan dengan melalui jasa lembaga intermediasi keuangan &lt;br /&gt;Melalui intervensi pihak broker dan dealer (investment bank)&lt;br /&gt;Broker (individu atau lembaga keuangan yang menyediakan informasi mengenai pembelian dan penjualan surat-surat berharga)&lt;br /&gt;Dealer (membeli surat-surat berharga dengan tujuan menjual dengan harga lebih tinggi)&lt;br /&gt; Pembiayaan Tidak Langsung (indirect finance)&lt;br /&gt;Adalah pembiayaan dengan bantuan lembaga intermediasi keuangan, misal : bank, perusahaan asuransi, dana pensiun&lt;br /&gt;Pertimbangan memanfaatkan lembaga intermediasi :&lt;br /&gt;1. keamanan dan resiko kredit&lt;br /&gt;2. likuiditas&lt;br /&gt;3. aksefibilitas (pemanfaatan jasa-jasa intermediasi)&lt;br /&gt;4. kemudahan&lt;br /&gt;Jenis-jenis intermediasi keuangan :&lt;br /&gt;a. intermediasi denomisasi&lt;br /&gt; lembaga intermediasi menerima tabungan dalam jumlah kecil kemudian memberi kredit dalam jumlah yang besar&lt;br /&gt;b. intermediasi resiko&lt;br /&gt; memberikan kredit kepada unit defisit dengan berbagai resiko dan menarik (menghimpun) dana dari unit surplus &lt;br /&gt;c. intermediasi jatuh tempo&lt;br /&gt; menerima simpanan pada umumnya dalam jangka pendek kemudian memberikan pinjaman dalam jangka panjang &lt;br /&gt;d. intermediasi informasi &lt;br /&gt; proses penyedia informasi kepada nasabah tentang perkembangan pasar&lt;br /&gt;e. intermediasi mata uang&lt;br /&gt; menerima tabungan dari berbagai mata uang untuk memenuhi kebutuhan mata uang yang diinginkan &lt;br /&gt;Dis Intermediasi Keuangan &lt;br /&gt;Adalah penarikan dana dari lembaga keuangan oleh penabung (ultimate lender) dan meminjamkan dana secara langsung kepada peminjam (ultimate borrower)&lt;br /&gt;Hal-hal pokok yang diperhatikan manajemen dalam pengambilan keputusan :&lt;br /&gt;1. manajemen aktiva (asset management)&lt;br /&gt;2. manajemen utang (liability management)&lt;br /&gt;3. manajemen modal (capital management)&lt;br /&gt;4. pengendalian biaya (cost controlling)&lt;br /&gt;5. kebijakan pemasaran (marketing policy)&lt;br /&gt;Resiko lembaga keuangan :&lt;br /&gt;a. likuiditas (mampu memenuhi semua penarikan dana, misal : giro, tabungan, deposito)&lt;br /&gt;b. resiko solvensi (ketidakmampuan memiliki kewajiban untuk jangka panjang)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7245088240983793805-7916808332353747331?l=arek90an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arek90an.blogspot.com/feeds/7916808332353747331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7245088240983793805&amp;postID=7916808332353747331' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7245088240983793805/posts/default/7916808332353747331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7245088240983793805/posts/default/7916808332353747331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arek90an.blogspot.com/2009/04/lembaga-keuangan.html' title='LEMBAGA KEUANGAN'/><author><name>108 278</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289253983469437154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7245088240983793805.post-509012700627906912</id><published>2009-04-10T18:53:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T19:19:33.044-07:00</updated><title type='text'>buat cece ku tercinta</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CXP%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CXP%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 24pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Instrumen Keuangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_1" spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="http://www.hsbc.co.id/1/PA_1_2_S5/content/indonesia/amanah/3_about_syariah_banking/4_financial_instrument/1_home/images/banner_amanah.3.2.04_ind.gif" style="'width:479.25pt;height:149.25pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\XP\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif" title=""&gt;  &lt;o:lock ext="edit" cropping="t"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Munculnya perbankan Islam (atau perbankan Syariah) dalam dekade belakangan ini adalah dari kaum Muslim terhadap produk dan jasa yang memenuhi prinsip Syariah (hukum Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HSBC Amanah memiliki berbagai instrumen keuangan berbasis Islam dalam mengembangkan produk-produknya. Terkadang instrumen yang sama dapat digunakan dalam berbagai macam produk dengan setiap produk memenuhi kebutuhan dari beragam tipe nasabah yang berbeda. Bagian ini menjelaskan tiga instrumen keuangan Islam yang paling umum serta menggambarkan kegunaannya masing-masing pada produk yang ditawarkan oleh HSBC Amanah. Setiap instrumen diterangkan dengan definisi, uraian singkat dari proses transaksi dan ilustrasinya pada produk HSBC Amanah yang terkait.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Mudarabah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Transaksi Mudarabah merupakan kemitraan dalam berinvestasi. Pada perjanjian Mudarabah, kontrak dibuat antara investor (atau pemilik modal) dengan pengusaha atau manajer investasi yang disebut sebagai mudarib.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;a href="http://www.hsbc.co.id/1/2/amanah/about-syariah-banking/financial-instrument/mudarabah" title="&amp;quot;&amp;quot; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; text-decoration: none;" lang="IN"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_2" spid="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="Lebih Lanjut" href="http://www.hsbc.co.id/1/2/amanah/about-syariah-banking/financial-instrument/mudaraba" title="&amp;quot;&amp;quot;" style="'width:61.5pt;height:12.75pt;visibility:visible'" button="t"&gt;  &lt;v:fill detectmouseclick="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\XP\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image002.gif" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/XP/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="Lebih Lanjut" shapes="Picture_x0020_2" border="0" width="82" height="17" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Murabahah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Transaksi Murabahah adalah penjualan dengan keuntungan yang ditetapkan di muka. Dalam transaksi Murabahah, bank membeli suatu barang dari pihak ketiga dan menjualnya kepada klien dengan keuntungan yang ditetapkan di awal dan pembayarannya dilakukan secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;a href="http://www.hsbc.co.id/1/2/amanah/about-syariah-banking/financial-instrument/murabahah" title="&amp;quot;&amp;quot; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; text-decoration: none;" lang="IN"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_3" spid="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" alt="Lebih Lanjut" href="http://www.hsbc.co.id/1/2/amanah/about-syariah-banking/financial-instrument/murabaha" title="&amp;quot;&amp;quot;" style="'width:61.5pt;height:12.75pt;visibility:visible'" button="t"&gt;  &lt;v:fill detectmouseclick="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\XP\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image002.gif" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/XP/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="Lebih Lanjut" shapes="Picture_x0020_3" border="0" width="82" height="17" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Ijarah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Ijarah adalah bentuk sewa-menyewa dalam Islam. Bank membeli sebuah asset kemudian menyewakannya kepada klien dengan pembayaran tetap setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;a href="http://www.hsbc.co.id/1/2/amanah/about-syariah-banking/financial-instrument/ijarah" title="&amp;quot;&amp;quot; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; text-decoration: none;" lang="IN"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_4" spid="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" alt="Lebih Lanjut" href="http://www.hsbc.co.id/1/2/amanah/about-syariah-banking/financial-instrument/ijara" title="&amp;quot;&amp;quot;" style="'width:61.5pt;height:12.75pt;visibility:visible'" button="t"&gt;  &lt;v:fill detectmouseclick="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\XP\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image002.gif" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/XP/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="Lebih Lanjut" shapes="Picture_x0020_4" border="0" width="82" height="17" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7245088240983793805-509012700627906912?l=arek90an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arek90an.blogspot.com/feeds/509012700627906912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7245088240983793805&amp;postID=509012700627906912' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7245088240983793805/posts/default/509012700627906912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7245088240983793805/posts/default/509012700627906912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arek90an.blogspot.com/2009/04/buat-cece-ku-tercinta.html' title='buat cece ku tercinta'/><author><name>108 278</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289253983469437154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
